JAWA Timur belum tergoyahkan dari posisi teratas klasemen sementara PON XVII Kaltim/2008. Jatim yang semula diperkirakan semakin seret menambah medali emas ternyata tetap melejit. Bahkan, sampai Selasa (15/7) malam, Jatim berkibar dengan 120 medali emas, 98 perak, dan 100 perunggu. Kaltim masih di urutan kedua dengan 107-101-105, meninggalkan DKI Jakarta yang terseok di posisi tiga dengan 93-102-101.
Dari total 749 medali emas yang disediakan, 658 sudah terdistribusikan dalam persaingan sejak 5 Juli. Berarti masih tersisa 111 emas yang akan diburu tiap kontingan sampai PON resmi ditutup Wapres Jusuf Kalla pada Kamis (17/7) besok.
Peluang Jatim mengulang sukses PON XV tahun 2000 sebagai juara umum terbuka lebar. Dari sejumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, Jatim masih punya kesempatan menambah medali. Setelah target 100 emas terlampaui, Jatim kini mengejar peluang merebut juara umum.
”Mudah-mudahan Rabu (16/7) ini hasilnya sudah bisa dipastikan,” kata Ketua Bidang Pemenangan Kontingen Jatim, Irmantara Subagio.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Ketua KON Kaltim Zuhdi Yahya meminta atlet Kaltim mewaspadai kontingen DKI Jakarta.
”Walaupun Kaltim saat ini berada di posisi kedua, itu masih sangat riskan dan tetap dibayang-bayangi DKI Jakarta. Saya meminta semua atlet Kaltim yang masih bertanding pada dua hari sisa pelaksanaan PON tetap bersemangat dan terus berjuang memperoleh medali emas,” kata Zuhdi.
DKI memiliki pengalaman dan sejarah sebagai juara umum PON, sehingga atlet Kaltim harus tetap mempertahankan semangat agar posisi Kaltim hingga penutupan tetap bertahan di posisi kedua. ”Saya tetap optimisitis, perolehan medali bagi Kaltim akan tetap bertambah, khususnya di cabor unggulan, yakni gulat,” ungkap Zuhdi.
Dia membantah tudingan yang menyebutkan sebagian besar peraih medali emas bagi Kaltim adalah atlet mutasi. Dari 1.000 atlet Kaltim hanya lima hingga enam persen atlet mutasi.
”Polemik soal atlet mutasi Kaltim tidak usah dibesar-besarkan. Toh dari sekitar seribu atlet yang mewakili Kaltim, atlet mutasi hanya 50-an. Itu pun sebagian merupakan warga Kaltim yang selama ini kebetulan tinggal di provinsi lain,” ujar Zuhdi.
”Apa yang diperoleh Kaltim saat ini (PON XVII 2008–Red) merupakan hasil try out dari berbagai event di Tanah Air, bahkan hingga ke luar negeri. Jadi, prestasi atlet Kaltim bukan diperoleh atas dasar kebetulan, apalagi jika dihubungkan sebagai tuan rumah. Sejak awal saya sudah memprediksi perolehan medali bagi kontingen Kaltim, namun kami tidak ingin menggembar-gemborkan sebelum pelaksanaan PON XVII 2008,” ungkapnya. (Humas KONI)